Akibat kesalahan yang dibela

Akibat kesalahan yang dibela

Akibat kesalahan yang dibela-Harga nyawa di negri ini semakin murah, belum lagi masalah moral yang semakin rendah. Hukum terlalu tajam untuk kalangan tidak punya, bagai pisau memotong tempe saja. Sedangkan tahu sendiri pisau tidak akan pernah mempan memotong batu-batu terjal atau karang-karang yang berdiri gagah ditepian pantai. Hal ini sudah sangat jelas terlihat walau hanya menggunakan mata telanjang dimasa sekarang, dimana keadilan seolah-olah pudar ditelan waktu. 

Menegakan keadilan tidak ada yang membela, sedangkan menciptakan kerusakan didukung banyak orang. Jika diberi peringatkan, segera lapor atasan untuk mendapat pembelaan. Sungguh malang orang yang tidak mempunyai kekuasaan hidup dinegri yang kaya akan permainan. Kita akan kalah kalau tidak bisa memainkannya. Bermodalkan jujur, zaman dahulu mungkin anda akan cepat sekali diterima kerja. Tapi nampaknya sekarang, harus ada pelengkapnya jujur plus fulus. 

Saya sangat prihatin dengan masa-masa sekarang, masa dimana orang jahat lebih banyak dari orang baik, masa dimana peraturan dibuat untuk dilanggar dan ujung-ujungnya administrasi. Ini mengenai kasus guru yang berlaku tegas terhadap peraturan sekolah terhadap muridnya, tapi entah sekolah untuk bermain atau orang tua sudah tidak memperdulikan tata krama anaknya sendiri. 

Benar jika orang tua mementingkan tata krama dan pendidikan anak, ketika guru menghukum murid karena bersalah orang tua malah menasihati anaknya, bukan malah membela kesalahannya sampai memasukan gurunya kepenjara. Inilah didikan masa sekarang yang membuat anak terlalu manja, jika salah dibela sudah besarpun akan membuat banyak kesalahan. Ya tentu saja tidak ada rasa takut, orang sewaktu sekolah melakukan kesalahan orang tua selalu membelanya, tentu sudah tidak sekolah apalagi, berbagai macam kesalahan tentu akan ada yang membelanya. 

Saya ini masih muda, tapi dulu saya dipukul guru saya karena kuku panjang dan saya melaporkan kepada orang tua, eh malah saya yang dimarahin, kata orang tua saya tidak menjaga kebersihan. Dari hal-hal seperti itu kita akan menjadi seseorang yang mempunyai tata krama tinggi. Tapi anehnya ada yang bilang, itukan zaman dulu, sekarang zaman sudah modern, yang dulu masih G sekarang sudah 4G. Itulah alasan mereka yang lahir dengan pendidikan kesalahan yang dibela

Justru semakin modern semakin kacau, harusnya kita mencontoh pendidikan dan kembali kemasa lalu. Terus ada yang bilang, jika mengikuti masa lalu kapan majunya. Orang-orang yang sudah terbiasa dengan kesalahan yang dibela tidak akan pernah lagi mendengarkan pendapat orang lain. Diri sendiri selalu benar. 

by sudutpandang.net



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Akibat kesalahan yang dibela"

Post a comment

- Mohon komentar sesuai isi artikel teman :-)

- Terima kasih atas kunjungannya :-)

- jika ada yang ingin ditanyakan atau saran bisa mengirimnya ke contact form.